Oleh Gu Long
Menyaksikan pertarungan ini, Jit-jit jadi ngeri dan khawatir, batinnya, “Siapa bilang kungfu Lian Thian-hun sudah susut? Jika lwekangnya sekarang cuma tiga bagian daripada kemampuannya dulu, bukankah sekali pukulannya bisa menewaskan seorang kosen…Mungkin Kim Bu-bong percaya omongan orang dan salah tafsir, kalau satu lawan saja tak mampu dikalahkan dia, belum lagi empat orang yang menunggu giliran.”
Read the rest of this entry »
October 14th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | No Comments
Oleh Gu Long
Jit-jit menukas, “Kedua mata setannya memang jauh lebih lihai dari mata orang lain,” lalu ia melototi Sim Long, katanya dengan gemas, “Coba katakan, setelah tahu ada keganjilan itu, kenapa tidak kau beri tahukan padaku, bagaimanapun terbongkarnya rahasia ini kan juga lantaran diriku.”
Read the rest of this entry »
October 13th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | Comments Off
Oleh Gu Long
Lama Jit-jit menatapnya dengan mendelik, mendadak dia putar tubuh, sekali loncat ia hinggap di atas pagar tembok dan langsung melompat ke dalam.
Read the rest of this entry »
October 12th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | No Comments
Oleh Gu Long
Mungkin sudah terlalu lama dia tidak bicara. Kini mendadak bisa bersuara, suaranya menjadi kurang jelas.
Read the rest of this entry »
October 11th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | No Comments
Oleh Gu Long
Bukan saja mampu meluputkan diri dari dua jurus serangan keji, gerak-gerik lawan ternyata juga aneh dan lincah, mau-tidak-mau si nyonya tampak gugup, bentaknya beringas, “Masih ada sejurus, sambutlah!”
Read the rest of this entry »
October 10th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | Comments Off
Oleh Gu Long
Usianya sudah mendekati setengah abad, tapi berdandan seperti pemuda bangsawan atau anak pembesar, tangan kiri menjinjing sangkar burung kenari, tangan kanan memegang pipa tembakau, sabuknya emas dengan beberapa kantong bersulam tergantung di pinggang, seakan khawatir orang tidak tahu dirinya kaya, maka kantong yang penuh berisi uang itu semua terbuka tutupnya hingga logam kuning kelihatan gemerlapan.
Read the rest of this entry »
October 9th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | No Comments
Oleh Gu Long
Baru sekarang Cu Jit-jit tahu bahwa Tio-lotoa ternyata salah seorang pengagum Tiong-goan-beng-siang, melihat belasan lelaki merubung tiba, lekas Jit-jit jambret bahu Tio-lotoa terus dilemparkan ke arah dua lelaki yang memburu datang lebih dulu.
Sudah tentu kedua orang itu tidak kuat menahannya. Tiga orang terguling mencium tanah, sementara orang lain yang memburu tiba jadi kaget dan merandek, tapi Jit-jit lantas menerjang maju.
Read the rest of this entry »
October 8th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | No Comments
Oleh Gu Long
“Kalau begitu, silakan Kim-heng ikut padaku, apa pun yang akan terjadi tetap harus kuselidiki. Soal kelak engkau akan menjadi kawan atau lawanku tidak perlu dipikirkan sekarang.”
Read the rest of this entry »
October 7th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | 1 Comment
Oleh Gu Long
“Salah atau tidak dapat kau nilai sendiri,” jengek Kim Bu-bong.
Read the rest of this entry »
October 6th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | No Comments
Oleh Gu Long
“Betul,” sambut It-siau-hud, “syukurlah saudara Thi bernyali besar, kalau tidak masuk sarang harimau, mana bisa mendapat anak harimau?”
Read the rest of this entry »
October 5th, 2009 | Posted in Pendekar Baja | Comments Off