Darah Ksatria - Akhir Kata
Oleh Gu Long
Setiap perkara pasti ada saatnya berakhir, lalu bagaimana akhir dari kasus panjang ini?
Oleh Gu Long
Setiap perkara pasti ada saatnya berakhir, lalu bagaimana akhir dari kasus panjang ini?
Darah Ksatria - Bab 38
Oleh Gu Long
Setiap orang harus bernapas, kamar di bawah tanah ini pun perlu udara segar, maka dibuat sebuah lubang angin di langit-langit kamar. Karena adanya lubang angin yang tembus ke kamar bawah tanah ini, maka mayat Bu-cap-sah yang meninggal entah kapan sudah membusuk sejak lama, kini tinggal kerangkanya saja.
Darah Ksatria - Bab 37
Oleh Gu Long
Di bawah tanah tiada emas, tiada istana, kereta kuda itu pun tidak kelihatan bayangannya.
Darah Ksatria - Bab 36
Oleh Gu Long
Lembah mati tetap lembah mati, tiada perubahan. Di sini tiada emas, tiada istana, apa pun tidak ada.
Darah Ksatria - Bab 35
Oleh Gu Long
Mayat Ong Ban-bu juga tidak terluka, tiada noda darah pula, jantungnya tergetar hancur oleh pukulan lunak yang amat dahsyat, itulah penyebab kematiannya.
Darah Ksatria - Bab 34
Oleh Gu Long
Kakek timpang yang cacat ini tak berbeda lagi dengan kebanyakan manusia, karena sekarang dia sudah mati, mayatnya rebah di bawah tikar yang disingkap Ji-liong.
Darah Ksatria - Bab 33
Oleh Gu Long
Kanglam Ji Ngo adalah pendekar besar yang terkenal, seorang cerdik, pelajar ternama, ilmu sastra maupun ilmu silatnya jarang ketemukan tandingan, pokoknya serba bisa.
Darah Ksatria - Bab 32
Oleh Gu Long
Keadaan di dalam rumah sudah berbeda dibanding waktu mereka meninggalkan tempat ini. Ranjang besar yang terletak di tengah ruang sudah dibongkar dan disingkirkan ke pinggir. Cia Giok-lun yang semula harus meronta-ronta untuk berganti pakaian dan membersihkan badan itu sekarang sudah berdiri tegak, berjalan atau bergerak dengan leluasa seperti orang [...]