Archive for May, 2009

Minum Arak Juga Ada Seninya

Hina Kelana Bab 050
Oleh Jin Yong
“Hahahaha!” Tho-kok-lak-sian bergelak tertawa. “Orang yang tidak takut langit dan tidak gentar pada bumi seperti dia ternyata takut bini. Haha, sungguh menggelikan!”
“Apa yang menggelikan? Aku inilah bininya!” jengek si wanita.

Tabib Sakti Takut Bini

Hina Kelana Bab 049
Oleh Jin Yong
“Tabibnya kau atau aku?” tiba-tiba Peng It-ci bertanya.
“Sudah tentu engkau, buat apa tanya lagi?”

“Tabib Sakti Pembunuh” Namanya Peng It-ci

Hina Kelana Bab 048
Oleh Jin Yong
Pada hari terakhir ini berulang kali mestinya Lenghou Tiong hendak menyatakan kepada Lik-tiok-ong agar diperbolehkan tinggal di hutan bambu situ untuk belajar main kecapi dan seruling. Tapi bila terkenang kepada bayangan Gak Leng-sian, betapa pun ia merasa berat untuk berpisah.
“Sekalipun Siausumoay tidak menggubris padaku, asal setiap hari aku dapat melihatnya [...]

Lenghou Tiong Belajar Main Kecapi

Hina Kelana Bab 047
Oleh Jin Yong
Tidak lama kemudian mendadak suara kecapi itu meninggi, makin keras makin tinggi, suaranya teramat tajam melengking, setelah lebih tinggi pula beberapa iramanya, sekonyong-konyong “cring”, senar kecapi itu putus lagi seutas.
Terdengar Lik-tiok-ong bersuara heran, katanya, “Aneh, not kecapi ini sungguh sangat aneh dan sukar dimengerti.”

Siau-go-kang-ouw-kik = Lagu Hina Kelana

Hina Kelana Bab 046
Oleh Jin Yong
Dengan wajah kurang senang segera Ong Kah-ki menjawab, “Lenghou-toako, apa maksud ucapanmu ini? Kalau tempo hari aku tidak bantu membubarkan kaum bicokok itu apakah jiwamu dapat diselamatkan sampai sekarang?”
“Ya, untuk itu aku harus mengucapkan terima kasih,” sahut Lenghou Tiong dengan tersenyum hambar.

Macan Kesasar Dikeroyok Anjing

Hina Kelana Bab 045
Oleh Jin Yong
Malamnya waktu menginap di hotel Lo Tek-nau juga tinggal sekamar dengan Lenghou Tiong. Dan begitu seterusnya beberapa hari berturut-turut Lo Tek-nau selalu mendampinginya dan tak terpisahkan.
Lenghou Tiong mengira Lo Tek-nau bermaksud baik merawatnya karena keadaan dirinya yang lemah itu. Siapa tahu pada malam ketiga ketika Lenghou Tiong sedang istirahat di [...]

Sekali Serang Lenghou Tiong Membutakan 15 Orang Musuh

Hina Kelana Bab 044
Oleh Jin Yong
Hong Put-peng bertenaga lebih besar dari lawannya, setiap kali bila sukar mengelakkan serangan Lenghou Tiong selalu ia gunakan pedangnya membabat dan menebas secara keras lawan keras, sebab ia tahu lawannya takkan mengadu senjata dengan dia. Dengan demikian ia selalu dapat terhindari dari posisi yang kepepet.
Di antara penonton itu sudah tentu [...]

Si Baju Kuning Co Hui-leng Putra Sulung Co-bengcu

Hina Kelana Bab 043
Oleh Jin Yong
“Ilmu silat Kun-cu-kiam Gak-siansing memang tidak bernama omong kosong,” demikian suara seorang tua lagi bicara. “Dengan kekuatan kami belasan orang mengerubutmu malahan beberapa orang kami sampai terluka, dengan demikian akhirnya baru dapat menangkapmu, sungguh kami harus mengaku tidak becus. Hehe, kami benar-benar sangat kagum padamu. Bila aku harus satu melawan [...]

Gak Put-kun Ditawan Musuh dan Lenghou Tiong yang Menolong

Hina Kelana Bab 042
Oleh Jin Yong
Namun meski mereka bertiga mencari pula segenap pelosok pondok kecil itu dengan lebih teliti toh hasilnya tetap nihil. Akhirnya Put-kun berkata, “Kejadian ini jangan sekali-kali disiarkan keluar, kecuali aku yang akan memberitahukan kepada ibumu, kepada siapa pun jangan bercerita. Marilah mengubur Tay-yu dan lekas tinggalkan tempat ini.”
Waktu mengangkat Liok Tay-yu, [...]

Matinya Liok Tay-yu Secara Aneh

Hina Kelana Bab 041
Oleh Jin Yong
Diam-diam Lenghou Tiong membatin, “Put-kay Hwesio ini benar-benar seorang laki-laki kasar dan dogol, banyak persamaannya dengan Tho-kok-lak-sian yang ketolol-tololan itu. Dia berani berkata tentu juga berani berbuat, jika dia benar-benar membikin celaka Siausumoay, wah, lantas bagaimana baiknya?”
Sementara itu Gi-lim tampak sangat gelisah, serunya, “Ayah, Lenghou-toako dalam keadaan terluka parah, lekas [...]