Archive for June, 2009

“Ih-kin-keng” Penyambung Jiwa Lenghou Tiong

Hina Kelana Bab 060
Oleh Jin Yong
Habis makan, Lenghou Tiong merasa letih pula, sayup-sayup ia tertidur lagi akhirnya. Di tengah mimpinya tiba-tiba seperti didengarnya suara orang menangis. Waktu ia membuka mata perlahan-lahan, dilihatnya Ing-ing mendekam di samping kakinya, pundaknya tampak bergerak naik turun, terang nona itu sedang menangis.
Lenghou Tiong terkejut, baru bermaksud tanya si nona mengapa [...]

Ing-ing Memerintahkan Bunuh Lenghou Tiong

Hina Kelana Bab 059
Oleh Jin Yong
Terdengar Keh Bu-si berkata pula, “Saudara Sin Kok-liong, jelek-jelek kita pernah bertemu satu kali, Ya-niau-cu sangat mengagumi jiwa kesatriamu yang luhur, tapi hari ini terpaksa aku harus mencacah jenazahmu, harap engkau sudi memaafkan. Ai sungguh sayang, sayang!”
“Ya, betul juga,” kata Lo Thau-cu. “Kalau begitu bacok saja lebih banyak, semakin luluh [...]

Si Nona adalah Putri Suci, Tokoh Ketiga dari Hek-bok-keh

Hina Kelana Bab 058
Oleh Jin Yong
Waktu ia pandang pula bayangan di muka air, terlihat sebagian wajah si nona dengan mata tertutup, bulu matanya sangat panjang. Walaupun tidak jelas bayangan di muka air itu, namun dapatlah dipastikan wajah si nona pasti sangat cantik molek, umurnya paling banyak baru 17-18 tahun saja. Keruan Lenghou Tiong terheran-heran, “Siapakah [...]

Si Nenek Ternyata adalah Gadis yang Cantik

Hina Kelana Bab 057
Oleh Jin Yong
Dengan membentak gusar Sin Kok-liong, Ui Kok-pek dan Kat-gwe bertiga berbareng menubruk ke tengah semak-semak bersama senjata mereka. Akan tetapi Hong-sing keburu mengebaskan lengan bajunya sehingga ketiga orang itu kena dicegah oleh suatu kekuatan angin yang lunak. Habis itu Hong-sing lantas berseru lantang ke tengah semak-semak, “Toyu (kawan agama) dari [...]

Si Nenek Aneh dan Ketua Siau-lim-si

Hina Kelana Bab 056
Oleh Jin Yong
Sesudah ambil keputusan licik itu, segera ia melangkah maju, katanya sambil tersenyum, “Anak muda, ilmu pedangmu sungguh hebat. Marilah kita coba-coba ilmu pukulan saja.”
Melihat sikap orang she Tam itu segera Lenghou Tiong dapat meraba apa maksud tujuannya. Diam-diam ia menggerutu akan kelicikan jahanam Kun-lun-pay ini, perbuatannya ini bahkan lebih jahat [...]

Pertemuan di Atas Ngo-pah-kang

Hina Kelana Bab 055
Oleh Jin Yong
Waktu semua orang berpaling kembali, ternyata Yu Siok mudah menghilang entah ke mana. Baru sekarang mereka sadar telah tertipu. Siu Siong-lian, Giok-leng Tojin, dan lain-lain lantas mencaci maki. Mereka tahu ginkang si belut itu sangat hebat, pula orangnya memang cerdik, sekali sudah lolos terang sukar menangkapnya pula.
Tiba-tiba Lenghou Tiong berseru [...]

Ih Jong-hay, Ketua Jing-sia-pay Terkepung Musuh

Hina Kelana Bab 054
Oleh Jin Yong
“Sudah tentu tidak,” sahut Peng-ci.
“Tak apalah jika tidak, kalau sudah, hm, masakah selanjutnya aku mau gubris lagi padamu?” kata Leng-sian.

Ya-niau-cu Keh Bu-si si Kokokbeluk

Hina Kelana Bab 053
Oleh Jin Yong
Lo Thau-cu dan Coh Jian-jiu yang diikat di atas kursi, pula hiat-to mereka tertutuk sehingga tak bisa bergerak, mereka hanya dapat mendengar suara jeritan dan permohonan Siau Ih di dalam kamar, keruan mereka saling pandang dengan bingung.
Memangnya mereka sudah sangsi, sekarang mendengar pula percakapan Tho-kok-ji-sian itu, Coh Jian-jiu berulang-ulang geleng-geleng [...]

Hong-ho-lo-coh, Dua Tokoh Aneh Sungai Kuning

Hina Kelana Bab 052
Oleh Jin Yong
Meskipun tubuh Tho-sit-sian tak bisa berkutik, tapi mulutnya tetap tidak mau menganggur, terus-menerus ia berdebat dengan Tho-ki-sian, katanya, “Toako dan lain-lain tidak ada di sini, biarpun kau dapat menyusul si buntak juga tak bisa mengapa-apakan dia. Jika tak mampu mengapa-apakan dia, kau bilang akan mengudak dia sampai ke mana pun [...]

Pil Penyambung Nyawa Menolong Lenghou Tiong

Hina Kelana Bab 051
Oleh Jin Yong
“Kalian yang berbau busuk,” sahut Coh Jian-jiu. “Tho-sit-sian jelas terbaring tak bisa berkutik karena terluka sehingga tidak dapat ikut berebut minum arak enak ini, tapi kalian tidak ambil pusing dan berebut sendiri, bukankah kalian sama sekali tidak memikirkan persaudaraan sendiri?”
Tho-kin-sian melengak, tapi segera ia berdebat, “Siapa bilang kami berebut arak [...]