Archive for July, 2009
Oleh Jin Yong
Tiba-tiba ia mengeluh karena di jalanan yang barusan dilewatinya, yang tertutup dengan salju, terdapat tapak-tapak kakinya sendiri. Daerah barat (See hek) adalah daerah yang hawanya sangat dingin dan biarpun waktu itu sudah masuk musim semi, salju di gunung-gunung masih belum lumer. Semalam, dalam ketakutannya, ia tak berani jalan di tanah datar dan sudah [...]
July 31st, 2009 | Posted in Kisah Membunuh Naga | No Comments
Pendekar Binal (01)
Oleh Gu Long
Kang Hong, setiap orang yang bertelinga di dunia Kangouw (kelana) niscaya pernah mendengar nama “si mahacakap” ini, begitu pula nama Yan Lam-thian, si jago pedang nomor satu di dunia persilatan.
July 31st, 2009 | Posted in Pendekar Binal | Comments Off
Pisau Terbang Li (60)
Ah Fei masih berdiri di situ ragu-ragu. Akhirnya ia bertanya, “Gadis yang tadi…siapakah dia?”
July 30th, 2009 | Posted in Pisau Terbang Li | No Comments
Hina Kelana Bab 080
Oleh Jin Yong
“Nenekmu, biarpun lebih tiga ratus orang lantas mau apa? Jenderalmu sudah biasa terjang kian-kemari di tengah pasukan musuh yang berpuluh ribu jumlahnya. Cuma beberapa orang saja apa artinya bagiku?”
Si pelayan cuma mengiakan saja beberapa kali, lalu tinggal pergi dengan cepat.
July 30th, 2009 | Posted in Hina Kelana | No Comments
Oleh Jin Yong
Menurut peraturan keluarga Coe, pagi belajar silat, sore belajar surat. Ilmu silat keluarga tersebut mempunyai sangkut paut yang sangan erat denga Soe hoat (seni menulis surat indah). Mungkin tinggal seorang memiliki Soe Hoat, makin tinggi pula ilmu silatnya.
July 29th, 2009 | Posted in Kisah Membunuh Naga | No Comments
Pisau Terbang Li (59)
Gadis itu mengikuti pandangan si jubah putih dan menoleh. Ketika ia melihat Li Xun Huan, segera ia berlari menyongsong dan memeluk pinggang Li Xun Huan.
July 29th, 2009 | Posted in Pisau Terbang Li | No Comments
Hina Kelana Bab 079
Oleh Jin Yong
Waktu ia memandang keluar dari hotel itu, dilihatnya rumah-rumah penduduk itu satu per satu mulai memancarkan cahaya lampu. Tidak lama kemudian hampir sekeliling sudah rata terpasang lampunya, hanya saja keadaan tetap sunyi. Di atas langit bulan sabit tampak memancarkan sinarnya yang remang redup.
Meski Ting-cing pernah malang melintang di dunia Kangouw, [...]
July 29th, 2009 | Posted in Hina Kelana | No Comments
Pisau Terbang Li (58)
Pedang Jin Wu Ming telah menusuk bahu kanan Ah Fei. Namun hanya satu inci saja.
July 28th, 2009 | Posted in Pisau Terbang Li | No Comments
Hina Kelana Bab 078
Oleh Jin Yong
Ting-cing coba tenangkan diri, ia merasa musuh yang menjaga di atas itu ilmu silatnya lebih lemah dan lebih mudah dilayani. Maka cepat ia menerjang ke atas lagi dengan melompati murid-murid Hing-san-pay.
July 28th, 2009 | Posted in Hina Kelana | No Comments
Pisau Terbang Li (57)
Ia mengenakan jubah biasa berwarna hijau. Waktu ia pertama mengenakannya jubah itu sangat bersih, namun kini jubah itu penuh dengan lumpur dan keringat. Celananya robek di lutut.
July 27th, 2009 | Posted in Pisau Terbang Li | No Comments