<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.7.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Cerita Silat</title>
	<link>http://ceritasilat.info</link>
	<description>Ragam Cerita Silat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 03:13:17 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Pendekar Baja (14)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

Menyaksikan pertarungan ini, Jit-jit jadi ngeri dan khawatir, batinnya, "Siapa bilang kungfu Lian Thian-hun sudah susut? Jika lwekangnya sekarang cuma tiga bagian daripada kemampuannya dulu, bukankah sekali pukulannya bisa menewaskan seorang kosen...Mungkin Kim Bu-bong percaya omongan orang dan salah tafsir, kalau satu lawan saja tak mampu dikalahkan dia, ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-14/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (13)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

Jit-jit menukas, "Kedua mata setannya memang jauh lebih lihai dari mata orang lain," lalu ia melototi Sim Long, katanya dengan gemas, "Coba katakan, setelah tahu ada keganjilan itu, kenapa tidak kau beri tahukan padaku, bagaimanapun terbongkarnya rahasia ini kan juga lantaran diriku."

Sim Long tertawa, katanya, "Karena kutahu betapa ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-13/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (12)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

Lama Jit-jit menatapnya dengan mendelik, mendadak dia putar tubuh, sekali loncat ia hinggap di atas pagar tembok dan langsung melompat ke dalam.

Sudah tentu si Kucing terperanjat, segera dia ikut melompat dan melayang, ke balik tembok.

Siapa tahu, baru saja dia hinggap di tanah, segera dilihatnya Cu Jit-jit berdiri di ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-12/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (11)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

Mungkin sudah terlalu lama dia tidak bicara. Kini mendadak bisa bersuara, suaranya menjadi kurang jelas.

Ong Ling-hoa dan Sim Long sama terkejut, Sim Long berpaling dan bertanya, "Apa kau bilang, Nona?"

Sebetulnya Cu Jit-jit ingin bilang, "Lepaskan cawan arak, araknya beracun."

Sungguh tak terpikir olehnya mendadak dirinya bisa bicara. Setelah sekian ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-11/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (10)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

Bukan saja mampu meluputkan diri dari dua jurus serangan keji, gerak-gerik lawan ternyata juga aneh dan lincah, mau-tidak-mau si nyonya tampak gugup, bentaknya beringas, "Masih ada sejurus, sambutlah!"

Kembali telapak tangannya didorong perlahan, gayanya mirip jurus pertama tadi.

Si Kucing menjengek, "Tadi sebetulnya sudah cukup tiga jurus, tapi apa alangannya ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-10/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (09)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

Usianya sudah mendekati setengah abad, tapi berdandan seperti pemuda bangsawan atau anak pembesar, tangan kiri menjinjing sangkar burung kenari, tangan kanan memegang pipa tembakau, sabuknya emas dengan beberapa kantong bersulam tergantung di pinggang, seakan khawatir orang tidak tahu dirinya kaya, maka kantong yang penuh berisi uang itu semua ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-09/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (08)</title>
		<description>Oleh Gu Long

Baru sekarang Cu Jit-jit tahu bahwa Tio-lotoa ternyata salah seorang pengagum Tiong-goan-beng-siang, melihat belasan lelaki merubung tiba, lekas Jit-jit jambret bahu Tio-lotoa terus dilemparkan ke arah dua lelaki yang memburu datang lebih dulu.

Sudah tentu kedua orang itu tidak kuat menahannya. Tiga orang terguling mencium tanah, sementara orang lain ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-08/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (07)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

"Kalau begitu, silakan Kim-heng ikut padaku, apa pun yang akan terjadi tetap harus kuselidiki. Soal kelak engkau akan menjadi kawan atau lawanku tidak perlu dipikirkan sekarang."

Jawab Kim Bu-bong, "Ya, memang demikian seharusnya."

Maka mereka terus mengikuti bekas salju yang tersapu, sepanjang jalan memang tidak sedikit penemuan mereka, Kim Bu-bong ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-07/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (06)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

"Salah atau tidak dapat kau nilai sendiri," jengek Kim Bu-bong.

"Bagus," ucap Sim Long, mendadak ujung jarinya bergetar, sekaligus dia tutuk tiga Hiat-to tidur Kim Bu-bong, cepat sekali tangannya membalik menutuk tiga Hiat-to di tubuh A To pula. Gerakannya cepat dan ketepatan tutukannya sungguh menakjubkan, kontan Kim Bu-bong dan ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-06/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendekar Baja (05)</title>
		<description>
Oleh Gu Long

"Betul," sambut It-siau-hud, "syukurlah saudara Thi bernyali besar, kalau tidak masuk sarang harimau, mana bisa mendapat anak harimau?"

Bersama Thi Hoat-ho segera mereka memasuki pintu pertama di sebelah kanan, sempat It-siau-hud menoleh, "Mo Si, Seng Ing, kalian berani ikut?"

Mo Si dan Seng Ing saling pandang, terpaksa mereka mengeraskan kepala ...</description>
		<link>http://ceritasilat.info/pendekar-baja/pendekar-baja-05/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
