Kisah Membunuh Naga (55)

Oleh Jin Yong
Mendengar perkataan muridnya, Biat Coat berkata, “Cie Jiak, lekas turun, jangan perdulikan aku! Penjahat ini terlalu mengejek aku. Tak bisa aku mengampuni jiwanya.”

Kisah Membunuh Naga (54)

Oleh Jin Yong
Tapi sekarang ia harus mengucapkan sumpah yang begitu hebat. Sumpah yang menyebut roh kedua orang tuanya, sumpah yang menyeret juga anak-anaknya yang belum lahir. Tapi melihat sinar mata gurunya yang berkilat-kilat, ia tidak berani membantah. Dengan kepala puyeng dan dengan suara parau, ia mengucapkan kata-kata yang diucapkan Biat Coat.

Kisah Membunuh Naga (53)

Oleh Jin Yong
Tiba-tiba Hoan Yauw bangkit dan mencengkram dada Ho Pit Ong sambil mengeluarkan suara “ah ah uh uh.” Matanya mendelik dan ia kelihatannya sangat gusar.

Kisah Membunuh Naga (52)

Oleh Jin Yong
Makin lama keadaan pihak Boe Kie jadi makin jelek. Mereka bingung dan makin bingung, mereka makin terdesak.

Kisah Membunuh Naga (51)

Oleh Jin Yong
“Aku merasa pasti, bahwa di dalam hal ini terselip sesuatu yang luar biasa. Diam-diam aku memesan supaya semua saudara berwaspada dan harus menjaga supaya penyamaran kita tidak diketahui. Di sepanjang jalan kami memperhatikan gerak-gerik dan bicaranya orang-orang yang mengiring kami. Tapi mereka sangat berhati-hati dan di hadapan kami, mereka tak pernah bicara sembarangan. [...]

Kisah Membunuh Naga (50)

Oleh Jin Yong
“Di dalam hati, aku menyintai dan menghormati kau sebagai seorang kakak. Tapi terhadap dia, aku mempunyai rasa kasihan dan rasa cinta yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Usianya banyak lebih tua dan tingkatannya pun lebih tinggi daripada aku. Di samping itu, ayah adalah seorang musuh besarnya. Ku tahu bahwa dalam hal ini kau [...]

Kisah Membunuh Naga (49)

Oleh Jin Yong
Karena belum berlatih dalam Thay Kek Koen, Boe Kie lantas saja keteter. Beberapa saat kemudian terdengar suara “Bret!” dan tangan baju Boe Kie robek, kesambar jari tangan yang sangat luar biasa itu. Boe Kie terpaksa menggunakan ilmu mengentengkan badan. Oe Boen Cek mencaci dan mengejar. Tapi mana bisa ia mengejar Boe Kie?

Kisah Membunuh Naga (48)

Oleh Jin Yong
Thio Sam Hong dan Jie Thay Giam sudah menjadi guru dan murid selama puluhan tahun dan mereka sudah saling mengenal isi hati masing-masing.

Kisah Membunuh Naga (47)

Oleh Jin Yong
“Thio Kongcoe,” kata Siauw Ciauw sambil tertawa. “Thio Kauwnio bersikap manis luar biasa terhadapmu.”

Kisah Membunuh Naga (46)

Oleh Jin Yong
Menurut dugaannya, rombongannya itu merupakan bala bantuan yang datang belakangan, sebab ia melihat mereka waktu berada di Kong beng teng. Ia sendiri tak bisa menebak, mengapa mereka turunkan tangan beracun itu. Sekian antara lain penuturan In Lie-Heng.