Pedang Tetesan Air Mata - 16 (Tamat)
Pahlawan Sejati
Oleh Gu Long
Hari ini sudah bulan dua tanggal dua puluh tujuh.
Pahlawan Sejati
Oleh Gu Long
Hari ini sudah bulan dua tanggal dua puluh tujuh.
Kilatan Cahaya Pedang
Oleh Gu Long
Kota Tiang-an.
Perselisihan
Oleh Gu Long
Cahaya lentera memancar dari lampu kristal, menyoroti sebuah peti yang amat sederhana.
Siapa Yang Jadi Domba?
Oleh Gu Long
Suma Cau-kun melarikan kudanya kencang-kencang menelusuri jalan raya yang menghubungkan Lok-yang dengan Tiang-an.
Tempat Pembantaian
Oleh Gu Long
Fajar baru menyingsing di kota Tiang-an.
Tarian Maut
Oleh Gu Long
Kota Lok-yang masih terasa dingin membeku, bunga salju masih berguguran amat deras.
Delapan Puluh Delapan Pahlawan
Oleh Gu Long
Fajar telah menyingsing di kota Tiang-an.
Belum Terlambat
Oleh Gu Long
Fajar baru menyingsing.
Tiap-wu
Oleh Gu Long
Empat ekor burung merpati pos terbang dari Lok-yang menuju ke langit nan biru.
Kesetiaan Kawan
Oleh Gu Long
Coa Tiong duduk di atas sebuah bangku yang terbuat dari empat batang kayu dengan selembar kain terpal, memandang orang-orang yang berlalu-lalang di tengah jalan, wajahnya tampak suram dan selalu murung, setiap orang dapat melihat bahwa sikapnya hari ini kurang begitu baik.