Pedang Tetesan Air Mata - 16 (Tamat)

Pahlawan Sejati
Oleh Gu Long
Hari ini sudah bulan dua tanggal dua puluh tujuh.

Pedang Tetesan Air Mata - 15

Kilatan Cahaya Pedang
Oleh Gu Long
Kota Tiang-an.

Pedang Tetesan Air Mata - 14

Perselisihan
Oleh Gu Long
Cahaya lentera memancar dari lampu kristal, menyoroti sebuah peti yang amat sederhana.

Pedang Tetesan Air Mata - 13

Siapa Yang Jadi Domba?
Oleh Gu Long
Suma Cau-kun melarikan kudanya kencang-kencang menelusuri jalan raya yang menghubungkan Lok-yang dengan Tiang-an.

Pedang Tetesan Air Mata - 12

Tempat Pembantaian
Oleh Gu Long
Fajar baru menyingsing di kota Tiang-an.

Pedang Tetesan Air Mata - 11

Tarian Maut
Oleh Gu Long
Kota Lok-yang masih terasa dingin membeku, bunga salju masih berguguran amat deras.

Pedang Tetesan Air Mata - 10

Delapan Puluh Delapan Pahlawan
Oleh Gu Long
Fajar telah menyingsing di kota Tiang-an.

Pedang Tetesan Air Mata - 09

Belum Terlambat
Oleh Gu Long
Fajar baru menyingsing.

Pedang Tetesan Air Mata - 08

Tiap-wu
Oleh Gu Long
Empat ekor burung merpati pos terbang dari Lok-yang menuju ke langit nan biru.

Pedang Tetesan Air Mata - 07

Kesetiaan Kawan
Oleh Gu Long
Coa Tiong duduk di atas sebuah bangku yang terbuat dari empat batang kayu dengan selembar kain terpal, memandang orang-orang yang berlalu-lalang di tengah jalan, wajahnya tampak suram dan selalu murung, setiap orang dapat melihat bahwa sikapnya hari ini kurang begitu baik.